WELCOME to WARUNG JANGGAR ULAM

 

Restaurant nuance at warung price !… Here is where you will find an alternative & relaxed place for you & your family to have great food, music & atmosphere. Enjoy the rice field view & fish ponds from the main dinning area or from a private gazebo & if you like, even under the stars in the centre of the main koi pond. Only 2 km from downtown Ubud, food, friends & family now have a great place to meet... ;)

Smaller Default Larger

 

 

 

ANUC 1 : =K!S= Band “Kutukan” Musik Bali

image5.JPG

B : hadeuh, hare gene masih aja dirumah?? Ayo nae ke JU?
X : ngapain sih?
B : santai aja sambil ntn musik akustik Kis Band…
X : males ah… bayar!! Trus makan dan minum lagi! Sing ade piss!!
B : uda gak usah mikir…yg pntg kita datang dan beramal!
X : tuh kan pake nyumbang segala!!
B : set dah nyumbang ke Susu Tante koq?

X : ??8!#@ mksud lho…?susu tantenya siapa?
B : Sumbangan Sukarela Tanpa Tekanan (**cekidot)
X : dasar koplakxzzzss!! yuk dah berangkat…

SAYA tahu, kalau Anda musisi atau pegiat musik di ranah industri terutama orang Bali, langsung mencak-mencak membaca judul tulisan ini. Seolah, industri musik Indonesia khususnya musik Bali mengalami masa suram ternyata sebaliknya…. musisi dan band Bali bergeser sedang mengalami masa kejayaan di era tahun 2005 sampai sekarang. Salah satunya Kis Band, salah satu band rounders dari Ubud dengan fans yang cukup memukau.

Khazanah musik kontemporer Indonesia dengan lirik dan aransemen daerah masing masing menjadi kebangkitan “kutukan” tersebut. Sebenarnya, saya tidak sedang mengulik soal ada “kutukan” apa di industri musik Bali, tapi saya mencoba menganalogikan sebuah ritme kehidupan industri yang sehat dapat melalui peranan masing masing dalam menyampaikan musik dengan gender apapun melalui media apa saja. Creative impact terhadap musik itu jelas mengandung arti buat sesama.

Impotensi musisi dan industrinya di hadapan demikian banyak gejolak sosio-kultural dalam musik, harus benar benar terjadi. Dan salah satu yang paling penting adalah: keyakinan baru bahwa “kebenaran musikal” bukanlah sesuatu yang sekadar ditemukan atau bersifat industri yang menguntungkan saja melainkan sesuatu yang dibentuk, di kondisikan agar mendapatkan manfaat buat orang banyak terutama para penggemar musik tersebut. 

Thank You So Much buat Susu Tante (Sumbangan Sukarela Tanpa Tekanan) para penggemar, tamu undangan, panitia, pelanggan Warung Janggar Ulam, para donator, official partner, LSM  dan Kis Band, kebangkitan musikalisasi dengan berkontribusi lewat kegiatan fundraising Edutainment Musik Akustik “Alunan Nada Untuk Cinta” di Warung Janggar Ulam tanggal 15 September 2013 pukul 19.00 wita, Jalan raya Goa Gajah Teges Kanginan - Peliatan Ubud. Semua sumbangan anda akan diberikan kepada Yayasan Spirit Paramacitta di Denpasar.

Kegiatan ini bagian proses Penggalangan Dana atau fundraising dalam mendukung program Peningkatan keterlibatan komunitas ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) dalam membantu upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Bali melalui acara pertunjukkan musik akustik dan varian program lainnya (bazaar makanan, donor darah, workshop, informasi lokasi rujukan dan klinik kesehatan yang ada di Bali dstnya) setiap bulan selama ± 2 tahun kedepan.

Banyak hal positif yang bisa kita lakukan untuk Kemanusiaan. Mari Bergabung Bersama Kami – Bermusik Sambil Beramal !!.

artikel by DS
photo by MI Creative